Cerita Untuk Kawanku

Pages

  • Beranda

About Me

Unknown
Lihat profil lengkapku

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

  • ▼  2014 (2)
    • ▼  November (1)
      • Have You Watch this movie...
    • ►  Oktober (1)

Blog Archive

  • ▼  2014 (2)
    • ▼  November (1)
      • Have You Watch this movie...
    • ►  Oktober (1)
Kamis, 20 November 2014

Have You Watch this movie...

Kali ini gue tertarik ngebahas film Cloud Atlas… Mungkin karena film berdurasi hampir 3 jam ini menurut gue pribadi perlu penjelasan lebih mendalam, mengingat maksud sebenarnya dalam film ini tidak disampaikan secara mendetail. Jujur sih juga karna pengalaman pribadi, tempo hari nonton film ini karena suka gambarnya. Belum lagi ada Jim Sturgess yang juga salah satu aktor favorit gue. Well, film ini secara pribadi menurut gue membingungkan banget. Padahal yah guys, film ini sebenarnya punya makna yang dalam mengenai reinkarnasi, yang mana kehidupan kita saat ini mempengaruhi kehidupan kita dimasa selanjutnya.


Tapi dalam film ini, plotnya berganti ganti dari satu kisah kekisah yang lainnya… belum lagi banyak point point penting yang ditampilkan begitu sederhana, sehingga terkesan seperti hal biasa. Padahal sebenarnya menghubungkan segalanya. Film ini sendiri melalui masa pembuatan selama empat tahun dan diperankan oleh aktor dan aktris terkenal seperti Halle Berry, Tom Hanks, Jim Sturgess, Jim Broadbent, Hugh Grant, Hugo Weaving, David Gyasi, Ben Wishaw, James D’Arcy, Susan Sarandon dan Doona Bae. Selain itu film ini juga menjadi film independen termahal sepanjang masa. Kebayang, gimana besar harapan gue waktu nonton film ini.

Kebanyakan orang mungkin bosan menonton film ini, khususnya dipertengahan kisahnya. Jadi penting buat gue memberi review penjelasan mengenai film ini, dan beberapa orang yang mungkin sudah menontonya akhirnya bisa mengerti. So, jika disederhanakan maka alurnya akan menjadi seperti ini.

Film ini terdiri dari 6 kisah berbeda yang saling berkaitan, beberapa pemainnya pun memiliki peran ganda. Nah guys, disinilah letak reinkarnasi yang dimaksud… yakni menghubungkan karakter karakter yang dilahirkan kembali dari satu cerita ke cerita yang lainnya.


Jadi sebenarnya kisah awal film ini diawali oleh kisah Adam Ewing (Jim Sturgess) pada tahun 1800an, yang  juga masa perbudakan orang kulit hitam, Adam disini berlayar jauh ke samudra pasifik demi sebuah urusan bisnis, mewakili ayah mertuanya Haskell Moore (Hugo Weaving) dan membawa serta 1 peti penuh emas bersamanya. Dalam perjalanannya ke samudra pasifik, Adam diserang cacing polinesia yang menyebabkanya menjadi sangat sakit menurut diagnose Dr. Henry Goose (Tom Hanks) padahal sebenarnya Dr. Henry sendiri yang meracuni Adam untuk mengambil emas yang dibawanya. Di saat Adam memutuskan untuk pulang kekeluarganya, dia mendapati seorang budak bernama Autua (David Gyasi) menjadi penumpang gelap dikapal yang ditumpanginya dan secara diam diam bersembunyi didalam kamar Adam. Adam yang merasa iba mencoba menolong Autua dengan memberinya makan selama beberapa hari sampai akhirnya memutuskan untuk memberi tahu kapten kapal dan memintanya mengijinkan Autua untuk menjadi salah satu awak di kapalnya. Autua pun akhirnya berhasil membuktikan diri dan diterima sebagai awak kapal, sementara Dr. Henry Goose yang ikut dalam perjalanan terus meracuni Adam, sampai akhirnya suatu malam berniat menghabisinya dan mengambil emas yang dibawanya. Beruntung, Autua yang merasa berhutang budi pada Adam memergoki Dr. Henry dan segera menghentikannya. Sehingga Adam dapat berkumpul dengan Istrinya Tilda (Doona Bae). Tergugah atas aksi penyelamatan yang dilakukan Autua, Adam memutuskan pergi bersama istrinya dan  menulis kisah perjalanannya dalam sebuah buku berjudul “The Pasific Journal Of Adam Ewing”.

Melalui buku tersebut, perjalanan Adam berganti menjadi Kisah Robert Frobisher (Ben Wishaw) yang merupakan seorang musisi berbakat dan juga homoseksual. Robert yang menjalin hubungan cinta dengan Rufus Sixsmith (James D’Arcy) memutuskan untuk pergi mengejar impiannya dengan bekerja sebagai asisten Komposer ternama Vyvyan Ayrs (Jim Broadbent) yang beristrikan wanita cantik bernama Jocasta (Halle Berry). Selama bekerja dengan Vyvyan, Robert terus berkirim surat dengan kekasihnya dan berhasil menciptakan sebuah lagu indah berjudul “Cloud Atlas Sextet” yang membuatnya sadar untuk berhenti dan memulai karirnya sendiri, Vyvyan yang tidak rela melepaskan Robert, mengancam akan merusak reputasinya dan mengklaim bahwa dirinya turut andil dalam lagu tersebut. Karena merasa terancam, Robert akhirnya membunuh Vyvyan dan melarikan diri. Dihantui penyesalan dan lelah terus menerus menjadi buronan, Robert memutuskan mengakhiri hidupnya sebelum sempat diselamatkan oleh kekasihnya Sixsmith.

Bertahun- tahun kemudian, Sixsmith tua berkenalan dengan jurnalis bernama Luisa Rey (Halle Berry) yang punya tanda lahir berbentuk komet yang sama dengan Robert, dan juga Adam. Sixsmith yang tersangkut kasus dengan Lloyd Hooks (Hugh Grant) berkaitan dengan minyak dan teknologi nuklir, akhinya mati ditangan Bill Smoke (Hugo Weaving) atas perintah Hooks. Luisa yang sempat mengenal Sixsmith memutuskan untuk menyelidiki kematiaannya dan menemukan surat surat lama yang dikirim Robert, Luisa akhirnya mengetahui kisah cinta homoseksual mereka. Penyelidikan berlanjut dan mendapati titik terang saat dirinya dipertemukan dengan Isaac (Tom Hanks) yang membantunya mengungkap kejahatan Lloyd. Luisa berhasil selamat dari ancaman Bill Smoke dengan bantuan Javier. Kisah ini pun dituangkan Javier dalam sebuah buku biografi berjudul “The Half Lives of Luisa Rey”.

Buku biografi Luisa ini dibaca oleh Timothy Cavendish (Jim Broadbent) seorang penerbit buku yang terlilit hutang, ditahan dirumah panti jompo karena ulah saudaranya Denholme (Huge Grant). Timothy yang juga memiliki tanda lahir berbentuk komet melakukan konspirasi untuk melarikan diri dengan komplotan kakek nenek dan menuangkan kisahnya dalam sebuah film berjudul “The Ghastly Ordeal of Tim Cavendish” yang diperankan oleh Tom Hanks.

Monolog film Timothy Cavendish “Aku menolak dianiaya” menjadi inspirasi bagi Sonmi (Doona Bae) seorang manusia hasil Kloning. Sonmi-451, hidup di Neo Seoul tahun 2144 dan dipekerjakan bersama dengan fabricants (sebutan bagi manusia hasil kloning) lainnya disebuah restorant masa depan bernama papa song. Sonmi yang mengalami skandal, berhasil melarikan diri dengan bantuan Hae Joo Chang (Jim Sturgess) dan bergabung dengan gerakan revolusi lama yang bertujuan untuk menghapus sistem perbudakan fabricants. Dalam perlawanannya sonmi terlibat hubungan cinta dengan Hae Joo, sampai akhirnya gerakan revolusi tersebut dikalahkan oleh pasukan kaum Purebred (Istilah bagi manusia yang dilahirkan) yang dipimpin oleh Mephi (Hugo Weaving). Sebelum tertangkap dan dieksekusi, Sonmi sempat mengumandangkan deklamasi kemerdekaan.

Beratus ratus tahun kemudian, dunia kembali ke zaman primitif disebabkan oleh ketamakan manusia. Bagi manusia primitif yang dihidup kala itu, Sonmi dianggap sebagai dewi bagi penduduk valley. Kala itu dikenal 2 dunia, Valley (dunia primitif) dan Prescient (dunia yang lebih maju). Zachry (Tom Hanks) pemimpin Valley, dimintai tolong oleh Meronym (Halle Berry) penduduk Prescient untuk mengantarnya ke Mouna Sol, sebuah gunung di kawasan yang dikuasai oleh suku Kona, yaitu suku kanibal yang menyerang dan memangsa penduduk Valley. Nah, keinginan Meronym mengunjungi Mouna Sol adalah untuk mencari solusi dari masalah kepunahan yang dialami oleh penduduk Prescient... perjalanan Zachry mengantar Meronym ke Mouna Sol bukannya tanpa rintangan, seringkali Zachry mendengar bisikan iblis dari Georgie Tua (Hugo Weaving). Setibanya di Mouna Sol, Zachry mengetahui bahwa sesungguhnya Sonmi bukanlah seorang dewi, belum lagi usai keterkejutannya, setiba didesanya Zachry menemukan seluruh penduduk desa tewas atas serangan suku Kona. Namun Zachry berhasil menemukan Catkin keponakannya dan berusaha melarikan diri dari pemimpin suku Kona (Hugh Grant). beruntung Meronym datang dan menyelamatkan mereka.


Nah, guys... ending dari film ini adalah Zachry telah tinggal bersama istrinya Meronym dan menjadi penduduk Prescient.

Kalo dibaca melalui sinopsis diatas, memang terkesan film ini sebenarnya tidak begitu rumit.. tapi kalo kalian nonton filmnya dan menyaksikan sendiri mungkin kalian gak akan begitu ngerti. So, mungkin ada baiknya kalian baca sinopsinya lagi biar bisa dapat feelnya... 

Kalo dari film, ceritanya dibuat maju mundur... tidak habis satu kisah. jadi kalian bakal disuguhi tontonan yang awalnya mungkin membingungkan. tapi kalo buat gue, cukup kagum sama endingnya yang menyatukan satu sama lain kisah ini. So. try to watch it....
Well, see you next time with another amazing movie.. 
Diposting oleh Unknown di 08.58
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Posting Lama
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Copyright © 2012 Cerita Untuk Kawanku |